IDENTITAS NEGARA (NASIONAL)

IDENTITAS NASIONAL
HAKEKAT BANGSA DAN NEGARA


•    KONSEP BANGSA :

Pengertian Sosiologis Antropologis:
persekutuan hidup yang berdiri sendiri yg  masing2  anggota persekutuan hidup tersebut merasa satu- kesatuan ras, bhs, agm, dan adat. (Cultural Unity)

 Pengertian Politis: suatu masyarakat dl suatu  daerah yg  sm dan mrk tunduk pd kedaulatan  negaranya sbg suatu kekuasaan tertinggi ke luar  dan ke dalam.(Political Unity)

Proses Pembentukan Bangsa-Negara

•    Model Ortodok
Bermula dari adanya suatu bangsa terlebih dahulu untuk kemudian bangsa itu membentuk suatu negara tersendiri. Setelah itu rezim politik dirumuskan berdasarkan konstitusi negara yg selanjutnya dikembangkan oleh partisipasi warga negara dalam kehidupan politik bangsa-negara ybs.

▪  Model Mutakhir
Berawal dr adanya negara terlebih dahulu, yg terbentuk mll proses tersendiri, sedangkan penduduk negara mrp sekumpulan suku dan ras.

Perbedaan kedua model
  1. Ada tidaknya perubahan unsur dalam masyarakat.
  2. Lama waktu yang digunakan.
  3. Kesadaran politik masyarakat.
  4. Derajat partisipasi masyarakat.

IDENTITAS NASIONAL
Identity : ciri2, tanda2 atau yg melekat pd seseorang, klp, msy bahkan suat bangsa shg dg identitas itu dpt dibedakan dg yg lain.

Faktor Pembentukan Identitas Bersama.
    a. Primordial
    b. Sakral
    c. Tokoh
    d. Bhinneka Tunggal Ika
    e. Sejarah
    f. Perkembangan Ekonomi
    g. Kelembagaan

2.   Identitas Cultural Unity / Identitas Kesukubangsaan.
    Disatukan oleh kesamaan ras, suku, agm, adat, bdy, keturunan dan daerah asal.

3.   Identitas Political Unity / Identitas Kebangsaan.
    Kesamaan primordial dp menciptakan bangsa tsb unt bernegara.

HAKEKAT NEGARA
PENGERTIAN NEGARA
KBBI;
    1) Orgs. di suatu wilayah yg mempunyai kekekuasaan tertinggi yg sah & ditaati rakyatnya.
    2) Kelompok sosial yg menduduki wilayah atau daerah ttt yg diorganisir di bwh lbg politik & pem.
Yang efektif, memp. Satu keatuan pol, berdaulat shg menentukan tujuan nasionalnya.

George Jellinek
Orgs kekuasaan dr seklpok man yg tlh berkediaman di wil tertentu.

Kranenberg
Orgs yg timbul karena kehendak dr suatu golongan atau bangsanya sendiri.

Roger F. Soultau
Alat (agency) atau wewenang (authority) yg mengatur atau mengendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat.

George Wilhelm Frederich Hegel
Orgs kesusilaan yg muncul sbg sintesis dr kemerdekaan individual dan kemerd universal.

2. Unsur-Unsur Negara.
      a. Rakyat
      b. Wilayah
      c. Pemerintah yang berdaulat.

3. Sifat yg dimiliki  Negara.
a. Memaksa; memiliki kekuasaan unt menyelenggarakan tatib dg memakai kekerasan fisik scr legal.
b. Monopoli
    memiliki hak menetapkan tujuan bersama masyarakat.
c. Mencakup Semua semua peraturan dan kebijaksanaan negara berlaku untuk semua orang  tanpa kecuali.

Teori Terjadinya Negara
Teori Hukum Alam (Plato & Aristoteles)
Ngr terjad scr alamiah, bersumber dr man sbg makhluk sos yg mmlki kecend bkumpul & sling berhub ut capai kebutuhan hdpnya.

2. Teori Ketuhanan (Frederich Julius Stahl, Thomas Aquinas, & Agustinus)

    Ngr tjd krn kehendak Tuhan; didasari kepercayaan bw sgl sesuatu berasal dr Tuhan.

3. Teori Perjanjian ( Thomas Hobbes; John Locke, J.J. Rousseau, dan Montesquieu)
    Ngr tjd sbg hasil perjanjian antar manusia/individu.

Jellinek 
Terjadinya negara dpt dilihat scr primer dan sekunder.
  • Secara Primer ;  membicarakan ttg bgm pertumb negara mulai dr persekutuan atau kelompok masyarakat yg sederhana  berkembang menjadi modern. Ada 4 tahapan :
          a. Persekutuan masyarakat
          b. Kerajaan
          c. negara, dan
          d. Demokrasi.
  • Secara Sekunder ;  bcr ttg bgm terbentuknya  negara dihubungkan dg pengakuan.

Proses Terjadinya Negara di Zaman Modern
  • Penaklukan,
  • Peleburan atau fusi,
  • Pemecahan,
  • Pemisahan diri,
  • Perjuangan atau revolusi,
  • Penyerahan/pemberian, dan
  • Pendudukan atas wilayah yg bl ada pemerintahan sebelumnya.

Fungsi dan Tujuan Negara

John Locke           Legislatif, Eksekutif; Federatif (urusan LN & perang & damai)
Montesquieu            Legislatif, Eksekutif, Yudikatif (Trias Politika).

c. Van Vollen Hoven
    1. Regelling, membuat peraturan;
    2. Bestuur, meyelenggarakan peraturan;
    3. Rechspraak, fungsi mengadili;
    4. Politie, ketertipan & keamanan.

TUJUAN NEGARA
1. Roger H. Soultau
    Memungkinkan rakyatnya serta menyelenggarakan daya ciptanya sebebas mungkin.

2. Harold J. Laski

    Menciptakan keadaan di mana rakyatnya  dpt mencapai kenginan2nya scr maksimal.

3. Plato
    Memajukan kesusilaan manusia, baik sbg indiv/sosial.

4. Thomas Aquinas dan Agustino

    Mencapai penghidupan & kehidupan aman& tentram dg taat kpd & dibawah pimpinan Tuhan.
    
5. Goodnow
     a. Policy Making,
     b. Policy Executing.

6. Mirriam Budiardjo
     a. Melaksanakan ketertiban ut capai tujuan bersama;
     b. Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya;
     c. Pertahanan;
     d. Menegakkan keadilan.
   
Bangsa dan Negara Indonesia
Faktor2 Penting Pembentukan Bangsa Indonesia


    1. Adanya persamaan nasib;
    2. Adanya keinginan bersama untuk medeka;
    3. Adanya kesatuan tempat tinggal;
    4. Adanya cita-cita bersama untuk mencapai kemakmuran dan keadilan sebagai suatu bangsa

Proses Terjadinya Negara Indonesia
Tidak sekedar dimulai dr proklamasi tetapi adanya pengakuan akan hak setiap bangsa ut merdeka (Alinea I Pemb UUD 1945);
Adanya perjuangan bgs Indonesia melawan penjajahan (Alinea II Pemb UUD 1945);
Kehendak bersama seluruh bangsa Indonesia disamping kehendak dan atas rahmat Allah YME (Alinea III Pemb UUD 1945);
Negara Indo perlu menyusun kelengkapan negara spt tujuan, bentuk negara, sistah (Alinea IV Pemb UUD 1945).

Cita-Cita dan Tujuan Negara Indonesia
Cita-Cita Negara Indonesia

Mewujudkan negara yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur (Alinea II Pembukaan UUD 1945)

Tujuan Negara Indonesia:
    a.  Melindungi segenap Bangsa Indonesia;
    b.  Memajukan kesejahteraan umu;
    c.  Mencerdaskan kehidupan bangsa;
    d.  Ikut melaksanakan ketertiban dunia.

IDENTITAS NASIONAL INDONESIA
1.  Bahasa Indonesia
2.  Pancasila
3.  Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
4.  Garuda Pancasila
5.  Bhinneka Tunggal Ika
6.  Sang Merah Putih
7.  UUD 1945
8.  Bentuk Negara “NKRI”
9.  Konsepsi Wawasan Nusantara
10. Kebudayaan Daerah sebagai Kebudayaan Nasional.